Kabar Duka dari Sanak Keluarga Kita Para Korban Kecelakaan lion Air

Kabar Duka dari Sanak Keluarga Kita Para Korban Kecelakaan lion Air

Penyelaman yang dilengkapi dengan pencari “pinger” telah mencari peralatan, yang dapat menggunakannya untuk mencari tahu mengapa pesawat, yang dikirim pada bulan Agustu tersebut dapat terjadi kecelakaan. Stasiun TV lokal menunjukkan gambar kotak hitam yang mengacu pada perekam suara kokpit dan perekam data penerbangan yang ditransfer dari perahu karet ke kapal yang lebih besar.

Seorang penyelam menceritakan saat menarik perangkat, yang sebenarnya berwarna oranye, dia temukan dari lumpur dan serpihan di dasar lautan yang sangat dalam. Juru bicara agen pencarian dan penyelamatan Indonesia, Yusuf Latif, belum mengkonfirmasi penemuan kotak hitam itu. Namun dia mengatakan “objek oranye” telah ditemukan.

Penerbangan Lion Air JT-610 menghilang hanya 13 menit setelah lepas landas dari ibukota Indonesia Jakarta, menuju sebuah pulau sedikit lebih dari satu jam. Semua orang dan penumpang sebanyak 189 orang di dalam pesawat tersebut telah diduga tewas, dan 49 kantong mayat berisi sisa-sisa manusia sejauh ini telah dikirim untuk identifikasi.

Penyelam telah menjelajahi dasar laut dan telah menemukan barang-barang seperti sepatu, tas atau telepon genggam dari sebagian milik para penumpang yang hancur, potongan pesawat serta di antara puing-puing, sisa-sisa mengerikan dari orang-orang di kapal, kebanyakan badan – badan mereka yang sudah terpisah dan tidak utuh lagi serta bagian – bagian tubuh para korban kecelakaan yang lainnya.

Puing-puing adalah bukti intensitas dampak dan kecepatan dengan mana pesawat menghantam air. Puluhan penyelam termasuk di antara 1.000 orang yang mengambil bagian dalam pencarian perairan sedalam 30-40m (100-130 kaki), dengan upaya juga dibantu oleh helikopter dan kapal.

Penyebab kecelakaan belum ditetapkan dan masih belum dipastikan oleh pihak atas, tetapi pertanyaan telah diajukan setelah Lion Air mengakui bahwa pesawat memiliki masalah teknis yang tidak ditentukan pada penerbangan sebelumnya. Pesawat itu dikatakan telah terbang tidak teratur malam sebelum kecelakaan itu, menurut situs pelacakan FlightRadar24.

Author: Clarence Chavez